Pemkab Jeneponto Sulsel kendalikan stunting melalui penguatan manajemen

Makassar – Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terus melakukan upaya pengendalian stunting dan kekurangan gizi melalui penguatan manajemen pada instansi terkait dengan mengelar workshop dan Coaching Clinic atau pelatihan singkat.

“Kegiatan ini penting untuk mengurai permasalahan stunting. Pemahaman yang esensial secara teoritis wajib dipahami sebagai pegangan dalam aksi pencegahan dan penanggulangan di lapangan,” tutur Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir saat membuka pelatihan, di Jeneponto, Rabu.

Berdasarkan data hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 yang dilansir Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel, stunting di Sulsel berada pada angka 27,4 persen atau di atas rata-rata nasional sebesar 24,4 persen.

Sementara dari data per daerah, Kabupaten Jeneponto berada di angka tertinggi 37,9 persen. Sehingga kabupaten ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk program percepatan penurunan stunting.

Untuk itu, Paris Yasir sekaligus Ketua Tim Pengendalian Stunting Jeneponto ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan harapan stunting di Jeneponto bisa teratasi dengan cepat.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirahim, Workshop dan Coaching Clinic penguatan manajemen, perencanaan dan penanganan program penanggulangan stunting hari ini resmi kami buka,” paparnya.

Hadir dalam pelatihan itu, Direktur Jenewa Madani Indonesia Surahmansah Said, Nutrition Officer Unicef Nike Frans, Kabid PPM Sulsel Ukrima, Tenaga ahli TGUPP Sulsel Bio Kesmas dr H Djunaedi M Dachlan, serta Kepala Bappeda, beberapa perwakilan OPD dan Puskesmas.

Pelatihan tersebut dipandu langsung Tenaga ahli TGUPP Sulsel Bio Kesmas dr. H Djunaedi M Dachlan, dan berjalan interaktif di Aula Assyfa Dinas Kesehatan Jeneponto yang digelar selama dua hari.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Hj Andi Ritamariani mengatakan, angka stunting tertinggi di Sulsel berdasarkan SSGI adalah Jeneponto yang mencapai 37,9 persen, sebaliknya angka terendah adalah Kota Makassar 18,8 persen.

Mencermati kondisi tingginya angka stunting di Kabupaten Jeneponto, lanjut Andi Rita, pihaknya berkoordinasi dan meningkatkan kerja sama dan kemitraan dengan pemangku kepentingan.

Karena itu, BKKBN selaku Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting menggiatkan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) mulai dari jajaran pejabat provinsi hingga daerah. (Ant)