Pemkab Majene pelajari strategi penanganan stunting di Sulawesi Selatan

Makassar  – Pemerintah Kabupaten Majene di Provinsi Sulawesi Barat mempelajari strategi penanganan stunting di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Wakil Bupati Majene Arismunandar Kalma bersama rombongan aparat Pemerintah Kabupaten Majene mengunjungi Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan di Kota Makassar untuk melakukan studi mengenai upaya penurunan stunting.

“Kunjungan rombongan ke BKKBN Sulsel ini untuk melakukan studi kaji terkait strategi penanganan stunting, karena Sulsel adalah salah satu provinsi yang berhasil menurunkan angka stunting,” kata Arismunandar di sela kunjungannya di Makassar, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa masukan dari BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan akan dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan strategi dan program penanganan stunting di Kabupaten Majene.

Menurut data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Majene naik menjadi 40,6 persen dari 35, 7 persen pada 2021.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Majene meningkatkan upaya untuk mempercepat penurunan angka kasus stunting di wilayahnya.

Arismunandar mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Majene akan menjadikan hasil studi penanganan stunting di Sulawesi Selatan sebagai masukan dalam memperbaiki strategi dan program penurunan stunting di Kabupaten Majene.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Majene menjalin kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin untuk menurunkan angka kasus stunting di 21 lokus penanganan stunting di wilayahnya.

Pemerintah Kabupaten Majene juga bekerja sama dengan TNI dalam menjalankan program bapak asuh anak stunting yang ditujukan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga-keluarga dengan risiko stunting.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Andi Ritamariani menyampaikan bahwa penanganan stunting di Sulawesi Selatan didukung oleh tim percepatan penurunan stunting di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.

Dia mengatakan bahwa program-program pencegahan dan penanggulangan stunting disosialisasikan kepada para camat serta para mitra pemerintah. (Ant)