Makassar – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan siap bersinergi dengan distributor, pemerintah provinsi dan pusat untuk melakukan operasi pasar guna mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Kamis, mengatakan kelangkaan minyak goreng dan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok akan diintervensi melalui operasi pasar.
“Saya akan koordinasikan dengan Disdag untuk persiapan melakukan operasi pasar, tentunya bekerja sama dengan pusat atau distributor, nanti kita operasikan pasar di pasar karena penjualnya tinggal di sana,” ujarnya.
Danny Pomanto – sapaan akrab Ramdhan Pomanto menyebutkan, operasi pasar yang akan digelar juga mengantisipasi kemungkinan melonjaknya harga kebutuhan pokok, terutama menjelang puasa Ramadhan sebentar lagi.
“Semoga lancar dan kembali normal. Operasi pasar tahun-tahun sebelumnya juga sering digelar, terutama menjelang puasa,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan kepastian stok permintaan dan harga akan kembali normal karena sebelumnya sempat terganggu rantai pasokan yang berujung pada kelangkaan.
Muhammad Lutfi mengatakan, kebutuhan masyarakat akan minyak goreng pada Februari mencapai 280 juta liter dan akan terpenuhi sebelum Februari berlalu.
“Kita butuh 280 juta liter dan sampai Selasa kemarin sudah sepertiga penuh, ada 63 juta liter sudah terdistribusi dan ini berangsur membaik,” katanya.
Dia menyebutkan, kendala kelancaran produksi dan distribusi minyak goreng mengakibatkan kelangkaan minyak goreng di pasaran dan kini mulai normal.
“Karena ada gangguan dalam operasionalnya dan kemarin mulai beroperasi kembali pada Selasa. Insya Allah semuanya akan lebih baik,” jelasnya.(Ant)











