Makassar – Organisasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Selatan bersama Siswa Sespimmen angkatan 61 Polri menyalurkan bantuan kemanusiaan di hari kemerdekaan kepada korban kebakaran, di Kampung Lepping, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
“Penyaluran bantuan ini atas kerja sama IJTI Sulsel – Serdik Sespimmen angkatan 61 menyalurkan 350 paket sembako kepada korban kebakaran yang terdampak,” kata Ketua IJTI Sulsel, Andi Muhammad Sardi di lokasi kebakaran, Selasa.
Kegiatan tersebut, kata dia, juga merupakan salah satu program kerja bidang sosial dan kesejahtraan IJTI Pengurus Daerah Sulsel.
Sedangkan item ratusan paket bantuan ini berisi kebutuhan pokok dan obat obatan berupa vitamin, serta hand sanitizer dan masker, mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi COVID-19.
“Karena ini masih dalam pandemi COVID-19, kita fokus memberikan bantuan seperti masker, vitamin dan kebutuhan pokok lainnya. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban penderitaan bagi warga yang menjadi korban kebakaran,” paparnya.
Hal senada disampaikan Peserta Didik Sespimmen angkatan 61, Kompol Diari Astetika. Ia mengatakan, kegiatan sosial ini menindaklanjuti edaran Kapolri serta bagian dari program bakti sosial peduli sesama, sekaligus mengisi hari kemerdekaan Indonesia dalam bentuk kepedulian.
“Bakti sosial ini atas kerja sama dengan rekan IJTI untuk menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran. Mengingat ini masih masa pandemi tentu kita turut merasakan kesusahan warga yang terdampak,” ucapnya.
Kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh Siswa Sespimmen Angkatan 61 dilaksanakan bukan hanya kali ini, tapi pada kegiatan bakti sosial lainnya terus dilakukan untuk membantu sesama di masa pandemi seperti di Pondok Tahfiz Quran, Kecamatan Bontoala, Pembangunan Kabupaten Gowa, bantuan pembangunan masjid Yayasan Dakwah Sunnah dan lainnya.
Sebelumnya, musibah kebakaran besar terjadi di Kampung lepping, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Rabu (11/8/2021).
Tercatat ada 110 unit rumah terdampak, 95 unit rusak berat, dan 15 unit rusak sedang. Tersapat 320 jiwa dengan 147 Kepala Keluarga kehilangan tempat tinggal. (Ant)











