BPS Catat Impor Sulsel Turun 24,81 Persen Pada Januari 2022

Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat transaksi impor melalui barang yang di bongkar di beberapa pelabuhan di provinsi itu senilai 54,85 juta dolar AS pada Januari 2022 atau mengalami penurunan sebesar 24,81 persen dari bulan sebelumnya sebesar 72,95 juta dolar AS.

“Kalau membandingkan transaksi impor pada bulan Januari 2022 dan Desember 2021 itu mengalami penurunan,” ujar Kepala BPS Sulsel Suntono di Makassar, Selasa.

Suntono menyebutkan ada lima kelompok komoditas utama yang diimpor pada Januari 2022 yaitu mesin-mesin/pesawat mekanik 26,78 persen; gula dan kembang gula sebesar 15,58 persen.

Kemudian gandum 13,18 persen, mesin/peralatan listrik, dan olahan makanan hewan dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 9,99 persen dan 8,35 persen.

Ia mengaku sebagian besar impor pada Januari 2022 didatangkan dari China, Thailand, Australia, Argentina, dan Singapura, dengan proporsi masing-masing 42,88 persen, 17,59 persen, 13,28 persen, 6,60 persen, dan 6,26 persen.

“Kalau membandingkan antara ekspor dan impor itu, kita masih surplus 74,21 juta dolar AS. Transaksi ekspor pada Januari 2022 sebesar 129,05 juta dolar AS dan transaksi impor sebesar 54,85 juta dolar AS,” katanya.

Suntono menyebutkan impor berdasarkan transaksinya pada komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nilai sebesar 14,69 juta dolar AS (26,78 persen), gula dan
kembang gula dengan nilai sebesar 8,54 juta dollar AS (15,58 persen).

Gandum dengan nilai sebesar 7,23 juta dolar AS (13,18 persen), mesin/peralatan listrik dengan nilai sebesar 5,48 juta dolar AS (9,99 persen) dan olahan makanan hewan dengan nilai sebesar 4,58 juta dolar AS (8,35 persen) dari total nilai impor Provinsi Sulawesi Selatan.(Ant)