Makassar – Sebanyak 249 orang siswa Satuan Pendidikan 2 (Satdik-2) telah merampungkan pendidikan dasar keprajuritan selama tiga bulan kemudian berlanjut ke pendidikan dasar golongan selama satu bulan, dan pendidikan dasar golongan lanjutan selama dua bulan.
Komandan Satdik-2 (Dansatdik-2) Makassar Kolonel Marinir Hendro Suwito di Makassar, Rabu, mengatakan 249 orang calon prajurit TNI AL itu telah menjalani serangkaian pendidikan dasar keprajuritan/kemiliteran sejak 1 Mei 2021 dan acara penutupan pendidikan dasar itu akan digelar Sabtu (28/8), di Demaga Layang Mako Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan.
Pada momentum upacara penutupan itu para calon prajurit TNI Angkatan Laut (AL) asal Sulawesi itu akan menggelar unjuk keterampilan yang diperoleh dari pendidikan kemiliteran.
“Para Siswa Satdik – 2 tersebut akan beratraksi memperlihatkan kemampuannya setelah melaksanakan Pendidikan Dasar Kemiliterannya selama tiga bulan di Satdik-2 Makassar,” ujar kata Kolonel Hendro.
Dia mengatakan kemampuan akan ditampilkan usai pelaksanaan upacara penutupan pendidikan dasar yang akan dipimpin langsung oleh Komandan Kodiklatal Laksamana Madya TNI Nurhidayat.
“Para siswa tersebut terdiri dari Siswa Bintara dan Tamtama tersebut akan menampilkan Skill berupa River crossing, Senam balok dan perahu karet, Merplug, Fluit, Kolone Senapan, Halang rintang, Pertempuran, Karate, Tali temali dan Bongkar pasang senjata”, ujarnya.
Skill tersebut merupakan kemampuan yang dilatihkan kepada para Siswa Satdik-2 Makaassar selama menempuh pendidikan Dasmil, selama tiga bulan mereka ditempa dengan latihan yang tidak mudah dengan tujuan untuk menjadi prajurit TNI AL yang handal dan di segani oleh musuh yang akan mengganggu pertahanan Indonesia.
Penampilan mereka ini pun akan disaksikan langsung oleh para undangan dari Forkopimda Sulsel dan SKPD Kota Makassar.
“Karena itu sampai saat ini kami terus mempersiapkannya untuk penampilan terbaik di saat atraksi pada akhir pekan ini,” ungkap Hendro.
Dia berharap semoga kegiatan pelatihan dan penyumpahan yang disertai atraksi kemampuan bela diri dan upaya penyelamatan di laut itu berjalan lancar.
Calon prajurit TNI AL itu nantinya diproyeksikan untuk mengawaki kapal perang KRI , Pangkalan TNI AL (Lanal) dan Pos TNI AL (Posal) terdepan. (Ant)











