Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan mendorong partisipasi aktif aparatur sipil negara (ASN) ldalam menyukseskan program Sensus Penduduk 2020 Lanjutan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani di Makassar, Kamis, mengatakan partisipasi aktif ASN dalam Sensus Penduduk 2020 Lanjutan itu dipandang penting mengingat data merupakan urat nadi dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat.
“Kalau ada data yang tidak akurat, tentu juga pengambilan keputusannya tidak akurat. Kalau pengambilan keputusannya tidak akurat, ujung-ujungnya tidak efektif dan efisien. Kalau tidak efektif dan efisien, kerugian negara di depan mata, pemborosan,” katanya.
Sensus Penduduk 2020 Lanjutan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) akan dimulai pada Mei-Juni 2022 dan tidak dilakukan untuk semua penduduk, melainkan hanya sebagian rumah tangga yang terpilih.
Abdul mengatakan sesuai kesepakatan bersama diharapkan data-data yang ada menjadi satu data untuk Indonesia, sebagaimana yang dikemukakan juga oleh Presiden Joko Widodo.
Jjika data yang dipelihara dengan baik menjadi big data, maka semua hal yang dilakukan akan murah.
“Tinggal bagaimana pemutakhiran data, updating data, verifikasi dan validasi data yang terus-menerus harus dilakukan, karena tidak ada yang seratus persen akurat. Tetapi dengan verifikasi dan validasi data yang terus-menerus dilakukan, Insya Allah dapat meminimalisir tingkat errornya,” ujarnya.
Abdul Hayat juga menekankan pentingnya pemahaman tentang data untuk semua orang dan semua orang bertanggung jawab untuk data.
Di tempat yang sama, Kepala BPS Provinsi Sulsel Suntono berharap melalui sosialisasi tersebut dapat menghasilkan data statistik yang berkualitas, termasuk data statistik sektoral yang dikelola oleh OPD Lingkup Provinsi Sulsel.
Menurut dia, ketika data yang dikelola itu bagus, maka itu peran kami sebagai pembina statistik sektoral itu sudah kami tunaikan walaupun belum paripurna.
Tetapi manakala data yang ada di bapak-ibu itu kualitasnya masih belum bagus, itu mengandung tanggung jawab BPS sebagai lembaga pembinanya.
“Oleh karena itu, kami pun secara terus-menerus dan secara bertahap juga berkoordinasi dengan Diskominfo-SP Prov. Sulsel selaku walidata agar supaya statistik sektoral yang dikelola oleh bapak-ibu di OPD ini berangsur-angsur menjadi lebih baik,” ujarnya.
Sensus Penduduk 2020 Lanjutan tersebut rencananya akan menyasar sebanyak 4,3 juta sampel rumah tangga/keluarga di kabupaten-kota atau 268.431 blok sensus se-Indonesia. Setidaknya, telah disiapkan 83 pertanyaan yang akan diajukan kepada sampel dengan cara wawancara langsung. (Ant)











