Kalbe Farma Edukasi 250 Penderita Kanker

Makassar, – Perusahaan farmasi PT Kalbe Farma melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Cancer Care Community (ICCC) dalam memperingati Hari Kanker se-Dunia menggelar sejumlah kegiatan termasuk memberikan edukasi melalui dokter spesialis kepada penderita kanker, di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Kalbe akan terus mewujudkan komitmennya terhadap kesehatan masyarakat, dimana salah satunya terhadap penderita kanker,” ujar Head of External Communication dan Stakeholder Relation PT Kalbe Farma, Hari Nugroho di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Kegiatan tersebut diikuti 250 lebih pasien, survivor, dan pemerhati kanker. Selain olahraga Zumba bersama saat hari bebas kendaraan di jalan Boulevard, depan Hotel Grand Asia, juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan, talkshow edukasi bertema kanker, motivasi dengan survivor kanker dan hiburan.

“Untuk penyakit kanker/onkologi Kalbe memiliki layanan Onkologi Total Solution bertujuan memberikan solusi yang terintegrasi dari awal hingga akhir untuk layanan onkologi agar para penderita kanker memiliki peningkatan kualitas hidup,” katanya.

Selanjutnya, untuk talkshow edukasi kesehatan menghadirkan pembicara Dr. dr. Tutik Harjianti, Sp.PD-KHOM, Spesialis Onkologi Rumah Sakit Siloam Makassar untuk memberikan saran serta nasehat kesehatan bukan hanya penderita tapi juga masyarakat.

Customer Relations Manager PT Kalbe Farma jelang talkshow kepada wartawan menuturkan, KECC dan ICCC setiap tahun secara rutin memperingati Hari Kanker Sedunia di beberapa kota besar. Ini dilakukan sebagai penyemangat bagi penderita kanker agar tidak putus asa serta tetap produktif.

“Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat tergerak memperbaiki gaya hidup sehari-hari agar terhindar dari penyakit kanker, salah satunya melakukan deteksi dini kanker dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” papar Happy.

Kalbe Onkologi Total Solution, kata dia, merupakan sinergi layanan dalam pengobatan kanker mulai dari deteksi awal dan faktor risiko dengan melakukan pemeriksaan di laboratorium, proses screening dan diagnosa, terapi, rehabilitasi dan perawatan paliatif.

Selain itu, ada layanan edukasi dan komunitas ICCC yang secara rutin memberikan informasi dan dukungan antara pasien, keluarga, survivor, dan pemerhati kanker.

Sementara Survivor Pasien Leukimia Hartati dalam sesi tanya jawab itu menyampaikan bahwa dirinya pernah putus asa setelah divonis dokter menderita kanker leukimia (darah) pada tahun 2011 lalu. Namun karena dukungan dan semangat dari keluarga dirinya tetap bertahan sampai hari ini.

“Saya waktu itu tidak menyangka, padahal terlihat sehat. Di masa melawan kanker saya sempat hamil, padahal dilarang dokter. Tapi karena semangat dan dorongan keluarga saya pun bertahan dan anakku sehat sampai sekarang, meski awalnya sempat lambat bicara,” ucapnya.

Dokter Spesialis Onkologi Rumah Sakit Siloam Makassar Dr. dr. Tutik Harjianti, mengemukakan, kanker saat ini bukan hanya menyerang usia dewasa, tapi sudah menyasar anak-anak. Banyak faktor mempengaruhi seperti kebiasaan merokok, makanan siap saji dan kebersihan rumah lingkungan serta malas berolahraga.

Untuk itu, ia menyarankan bagi penderita kanker harus tetap semangat, disiplin obat, kelola strees seperti halnya Survivor Pasien Leukimia Hartati yang berhasil sembuh melawan kankernya, meski tetap mengkonsumsinya obatnya walupun dinyatakan sehat.

“Untuk pencegahan, penting dilakukan hidup cerdik. Tetap aktivitas fisik, kelola stress. Periksakan kondisi kesehatan secara berkala ke dokter atau menemukan keanehan pada tubuh,” katanya menyarankan.

“Bagi penderita tetap semangat, rutin mengkonsumsi obat dan makanan sehat. Saat ini ada 250 orang menderita kanker ikut dalam program Kalbe, kegiatan ini merupakan tahun kedua di Makassar,” tambahnya. (Ant)