Gubernur Sulsel Dongkrak Sektor Pertanian Melalui Program Mandiri Benih

Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mulai mewujudkan kemandirian pada sektor pertanian melalui Program Mandiri Benih yang berhasil diluncurkan di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Jumat.

Wujud dari pelaksanaan mandiri benih dituangkan melalui penyediaan benih padi unggul bermutu dengan penangkaran benih padi seluas 850 hektar yang menghasilkan benih sebanyak 2.600 ton.

“Jumlah benih tersebut diperuntukkan untuk pertanaman padi seluas 100.000 hektar sawah. Mandiri Benih ini sekaligus menjadi program perdana Pemprov Sulsel dalam penyediaan benih padi,” ujarnya.

Sudirman mengatakan telah menjadikan pertanian sebagai sektor prioritas dan andalan. Sebab, kontribusi sektor tersebut sangat besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan.

Di masa pandemi, pertanian juga terbukti paling tangguh dan tahan menghadapi gejolak. Bahkan, pertanian bertumbuh positif di tengah tumbangnya sektor lain.

Karena itu, dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan produktivitas, khususnya komoditas utama padi, pihaknya melaksanakan Program Prioritas Mandiri Benih yang anggarannya bersumber dari APBD.

Selain menggenjot produksi padi, program ini juga bertujuan untuk mengantisipasi terbatasnya benih unggul yang masih dihadapi para petani di Sulsel.

Pemakaian benih unggul padi di Sulawesi Selatan baru sekitar 42,05 persen tahun 2021.

“Kondisi tersebut masih belum ideal dalam penggunaan benih unggul bermutu dalam meningkatkan produktifitas secara keseluruhan di Sulawesi Selatan,” ungkap Sudirman.

Olehnya itu, melalui Mandiri Benih, Andi Sudirman berharap petani dapat membangun kemandirian benih dalam usaha taninya. Dengan program ini, benih unggul bermutu di tingkat petani dapat tersedia secara mandiri dan berkelanjutan.

Pemberdayaan berupa pendampingan teknis juga dilakukan pada petani guna memiliki ilmu, pengetahuan dan teknologi dalam memproduksi benih. Sehingga mereka dapat mendorong peningkatan penggunaan benih unggul bermutu di tingkat petani yang akan berdampak pada peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan.

Sementara, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPH-BUN) Sulsel Imran Jausi menjelaskan pelaksanaan Mandiri Benih dimulai sejak Oktober 2021. Diawali dengan perbanyakan benih pokok (BP) dan benih sebar (BR).

“Tahapan tersebut merupakan faktor kunci untuk menghasilkan benih yang berkualitas secara mandiri oleh para petani,” jelasnya.

Imran menuturkan, penangkaran benih dilakukan dalam dua tahap musim tanam. Tahap I yakni pada musim tanam Oktober-Maret (2021/2022), benih sebar yang ditangkarkan pada luas lahan 400 hektar.

Kegiatan tersebut melibatkan penangkar sebanyak 234 orang. Dari penangkaran tersebut, 304 hektar di antaranya sudah panen dengan estimasi produksi calon benih sebanyak 912 ton.

“Sampai saat ini panen masih berlanjut di lapangan dan diperkirakan panen akan selesai akhir Mei 2022. Jumlah produksi benih tahap I kurang lebih mencapai 1.200 ton,” kata Imran.

Sedangkan untuk penangkaran benih tahap II, dilakukan pada musim tanam April -September 2022 dengan luas lahan 450 hektar. Perkiraan produksi benih tahap II ini mencapai 1.400 ton.

“Dengan demikian jumlah benih yang dihasilkan akan diperbantukan ke petani tahun ini kurang lebih 2.600 ton untuk luas lahan 100 hektar,” kata Imran. (Ant)