Makassar – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan vaksinasi sebanyak 61.000 ibu hamil (bumil) di 24 kabupaten/kota di provinsi ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Ichsan Mustari di Makassar, Jumat, mengatakan bahwa Sulawesi Selatan mulai melakukan vaksinasi ibu hamil berdasarkan Instruksi Kementerian Kesehatan dengan target 61.000 bumil.
“Tetapi tentu akan berkembang terus angkanya karena orang hamil kan bertambah terus,” kata dr Ichsan.
Pencanangan vaksinasi COVID-19 bumil diikuti 100 orang yang disaksikan Plt Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan (Sulsel) Naoemi Octarina di RSKD Ibu dan Anak Fatimah, Makassar.
“Terkait target pencapaian, namanya ini kan baru pertama kali untuk ibu hamil, kita berharap lebih banyak yang divaksinasi. Kegiatan ini digelar serentak di daerah,” kata dia.
Ia menjelaskan beberapa syarat penerima vaksin untuk bumil, seperti tekanan darah tidak lebih dari 140, khusus kehamilan kedua dan ketiga berada pada kehamilan minggu ke-13 sampai 33. Selain itu tidak ada keluhan bengkak, tidak ada gejala preeklamasi, dan tidak memiliki alergi.
Sementara terkait jenis vaksin yang akan digunakan untuk bumil, yakni sinovac sehingga jika ada vaksinasi massal, ibu hamil sudah bisa mendaftar lewat kegiatan tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama RSKD Ibu dan Anak Fatimah Makassar dr Kusrini menyebut bahwa pencanangan vaksinasi bumil menjadi awal dimulainya kegiatan serupa pada fasilitas pelayanan kesehatan lain di kabupaten/kota.
Ia menyebutkan bahwa ada 100 orang bumil menjadi target vaksinasi di RS ini. Hanya saja beberapa di antaranya tidak memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi.
“Yang gagal itu faktornya seperti capek, tidurnya kurang, jadi kesehatannya baik psikis dan fisik yang dilihat dokter melalui skrining,” ujarnya.
Bagi yang gagal, lanjutnya, para bumil bisa kembali lagi ke RSKD Fatimah untuk datang untuk dsuntik vaksin yang dilayani Senin-Jumat.
Menurutnya, vaksin bagi ibu hamil sangat penting sebagai kelompok rentan, apalagi pandemi di Sulsel masih terbilang belum signifikan perubahannya
“Kita tahu saat ini pandemi COVID-19 di Indonesia, khususnya di Sulsel angka masih belum berubah signifikan sehingga ibu hamil merupakan kelompok risiko tinggi terkena COVID-19, maka dengan vaksinasi diharapkan terbentuk kekebalan komunal,” kata dia. (Ant)











