Ketua PKK Minta Perempuan Bijak Gunakan Sosmed

Makassar – Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulawesi Selatan, Lestiaty F Nurdin meminta para perempuan utamanya ibu-ibu lebih bijak menggunakan media sosial.

“Gadget sudah merubah hidup kita, tapi memang ada kalanya kita butuh untuk memudahkan kita memantau segala sesuatunya, utamanya urusan anak. Namun memang ada waktu dimana kita harus meletakkannya,” ungkap Lestiaty di Makassar, Senin.

Kepada ratusan perempuan yang merupakan peserta dialog perempuan zaman now, Lesty meminta perempuan bukan hanya mampu menggenggam dan menjadikan ponsel sebagai alat komunikasi dan bersosial media. Tetapi diharapkan mampu memperbaharui ilmu dan meningkatkan kecerdasan agar tidak tergerus oleh canggihnya tekhnologi.

Alasannya, menurut Lestiaty, masa depan Indonesia bertumpu pada kecerdasan ibu-ibu dalam menciptakan regenerasi berwawasan tinggi tanpa terpengaruh dampak negatif dari tekhnologi.

“Semuanya dimulai dari ibu-ibu karena dia yang akan mengarahkan anak-anaknya, karena itu perempuan Indonesia harus cerdas dan tidak tergerus oleh waktu,” ungkap penasehat Galang Kemajuan (GK) Sulsel tersebut.

Sebagai upaya, PKK bersama GK Sulsel terus menyosialisasikan, meningkatkan pengetahuan serta memperbanyak edukasi kepada kaum Hawa. “Jangan sampai kita diatur oleh ponsel,” tandasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo),

penggunaan ponsel di Indonesia sebanyak 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari total penduduk Indonesia.

Direktur informasi dan komunikasi perekonomian dan maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary menyebutkan, internet juga punya ancaman bagi generasi, seperti

Hoaks, radikalisme, penipuan, fornografi, bulliying, prostitusi, sinis, sara, hate speech fan sebagainya.

Pada saat anak tercemar dengan internet maka sudah selesai, keluarga menghindar, guru dan teman bisa meninggalkan. Ini akibat yang fatal,” katanya.

Beberapa fakta internet di Indonesia di antaranya, empat dari 10 warga aktif di sosial media, 60 persen tidak punya rekening tabungan tapi 85 persen memiliki ponsel, bisa hidup tanpa ponsel paling lama tujuh menit dan mengakses internet rata-rata 8-11 jam/hari.

Sedangkan isu hoax paling banyak ialah sosial politik dengan presentase 91,8 persen, disusul isu sara sebesar 88,6 persen, kemudian 41,6 persen isu kesehatan. (Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here